Inilah Sejarah Ketupat, Makanan Khas Lebaran yang Dikenalkan Sunan Kalijaga

Senin, 02 Mei 2022 | 07:07 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Inilah Sejarah Ketupat, Makanan Khas Lebaran yang Dikenalkan Sunan Kalijaga

ILUSTRASI. Sejarah ketupat. KONTAN/Fransiskus Simbolon


KONTAN.CO.ID - Sejarah ketupat tidak lepas dari jejak penyebaran agama Islam di Jawa oleh para Walisongo.

Ketupat adalah makanan khas yang disajikan bertepatan Hari Raya Idul Fitri. Ketupat dimakan dengan berbagai lauk dan makanan pendamping lainnya, seperti opor, sambal goreng kentang, maupun daging.

Bahan utama ketupat adalah beras yang dimasukkan dalam anyaman janur atau daun kelapa muda berbentuk persegi empat. Tradisi makan ketupat tersebar di seluruh Indonesia. 

Apalagi, setiap daerah punya cara makan ketupatnya masing-masing. Ketupat sudah menjadi bagian dari budaya makanan Indonesia. Lantas, seperti apa sejarah ketupat? 

Baca Juga: 2 Resep Sambal Goreng Kentang Lebaran, Praktis, Mudah, dan Enak

Sejarah ketupat 

Dikutip dari Journal of Ethnic Foods (Science Direct, Maret 2018) dari Angelina Rianti dan koleganya, sejarah ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada abad ke 15 hingga abad ke 16 di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Sunan Kalijaga adalah salah satu dari sembilan wali atau Walisongo yang berperan dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga mengenalkan ketupat melalui Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. 

Bakda Lebaran dirayakan pada hari pertama Idul Fitri dengan cara salat dan silaturahmi yakni berkunjung dan bercengkerama ke kerabat dan sanak saudara. Sedangkan Bakda Kupat dirayakan seminggu setelah hari Idul Fitri. 

Hal itu membuat ketupat sangat erat kaitannya dengan tradisi perayaan dan hari raya Idul Fitri. Selama Bakda Kupat, hampir setiap rumah terlihat ramai dan masyarakat mulai menganyam daun kelapa dalam bentuk ketupat.  

Baca Juga: Resep Opor Ayam Bumbu Kuning dan Putih untuk Santapan Lebaran

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru