Jenis-Jenis Simbiosis Antar Makhluk Hidup, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Jumat, 23 September 2022 | 11:23 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Jenis-Jenis Simbiosis Antar Makhluk Hidup, Ciri-Ciri, dan Contohnya

ILUSTRASI. Jenis-Jenis Simbiosis Antar Makhluk Hidup, Ciri-Ciri, dan Contohnya.


KONTAN.CO.ID -  Hubungan antar makhluk hidup baik yang menguntungkan maupun tidak biasa disebut dengan simbiosis.

Terdapat tiga jenis simbiosis dan masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri yang bisa diamati.

Interaksi atau hubungan tersebut contohnya antara manusia dengan hewan, manusia dengan tumbuhan, atau hewan degan tumbuhan.

Tiga simbiosis yang umum ditemukan diantara makhluk hidup adalah simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ini rangkuman tentang macam-macam simbiosis makhluk hidup beserta contohnya dari laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek.  

Baca Juga: Sejarah Kesuksesan Starbucks, dari Kedai Kecil Jadi Raksasa Franchise Minuman Dunia

Simbiosis mutualisme

Simbiosis mutualisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis namun saling menguntungkan satu sama lain.

Simbiosis ini termasuk hubungan yang positif karena kedua belah pihak diuntungkan dengan adanya hubungan ini. 

Contoh simbiosis mutualisme adalah kupu-kupu dan bunga. Kupu-kupu mengisap nektar yang terdapat pada bunga, sedangkan timbal-baliknya adalah bunga mendapat bantuan penyerbukan dari gerakan kupu-kupu. 

Contoh lainnya simbiosis mutualisme adalah manusia dengan bakteri. Dengan adanya bakteri E. Coli, manusia terbantu untuk bisa mengurangi pertumbuhan bakteri jahat dan mempercepat proses pembusukan di usus besar.

Sedangkan keuntungan yang didapat oleh bakteri E. Coli adalah mendapat makanan dari sisa-sisa pembuangan pada usus besar.

Simbiosis komensalisme

Berbeda dengan simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme menguntungkan hanya untuk salah satu pihak saja. Meskipun demikian, pihak yang lain tidak mendapatkan kerugian atau netral.

Simbiosis komensalisme contohnya terjadi pada ikan remora dan ikan hiu. Anda mungkin sering melihat video dokumenter tentang ikan predator ini selalu berenang berdekatan dengan ikan remora. 

Sisa-sisa makanan akan berjatuhan saat hiu selesai makan. IKan remora yang menempel dengan hiu akan mengambil sisa-sisa makanan tersebut.

Ikan hiu tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan dengan tindakan ikan remora tersebut. 

Selain pada ikan remora dan ikan hiu, contoh dari simbiosis komensalisme lainnya adalah tanaman anggrek dan pohon mangga.

Baca Juga: Lowongan di Anak Usaha BUMN Brantas Abipraya Masih Dibuka, Ini Syarat Daftarnya

Dalam interaksi antara anggrek dan pohon mangga, anggrek mendapat keuntungan karena memiliki tempat untuk tumbuh, mendapatkan sinar matahari, air serta zat-zat untuk melakukan proses fotosintesis, dengan menempel pada pohon mangga.

Disisi lain, pohon mangga tidak dirugikan dalam hal apa pun meskipun batang pohonnya terdapat tanaman anggrek yang menempel.

Simbiosis parasitisme

Simbiosis parasitisme merupakan kebalikan dari simbiosis mutualisme dimana salah satu pihak mendapatkan kerugian sedangkan pihak lainnya justru diuntungkan.

Karenanya simbiosis ini sering kali dihindari sebab hanya membawa keuntungan untuk salah satu pihak saja sedangkan pihak lain dirugikan.

Contoh hubungan yang merupakan simbiosis parasitisme terjadi pada nyamuk dan manusia.

Nyamuk mendapat keuntungan dengan mengisap darah dari manusia, sedangkan manusia dirugikan karena dapat terjangkit penyakit berbahaya yang dibawa oleh nyamuk tersebut.

Selain nyamuk dan manusia, simbiosis parasitisme juga terjadi pada lalat dengan buah. Lalat mendapatkan makanan dari buah sekaligus bisa berkembang biak di buah.

Namun buah akan membusuk karena lalat membawa bakteri yang merugikan buah yang ia hinggapi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru