Peringatan Hari Besar 8 Januari: Hari Rotasi Bumi hingga World Typing Day

Rabu, 07 Januari 2026 | 04:01 WIB
Peringatan Hari Besar 8 Januari: Hari Rotasi Bumi hingga World Typing Day

ILUSTRASI. Mengetik di Laptop (Dok/Freepik)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak hari besar setiap 8 Januari yang penuh makna. Tanggal 8 Januari setiap tahunnya menyimpan beragam peringatan internasional yang unik dan inspiratif.

Sebagian besar bersifat informal atau "national day" di berbagai negara, termasuk tidak termasuk hari libur resmi nasional di Indonesia. Hari ini sering dikaitkan dengan penghargaan terhadap pencapaian ilmiah.

Hari Rotasi Bumi yang memperingati bukti empiris Léon Foucault tentang putaran Bumi pada 1851, hingga momen relaksasi sederhana seperti Hari Mandi Busa Nasional yang mengajak kita melepas penat dengan berendam hangat.

Selain itu, ada pula refleksi sosial melalui Hari Perang Melawan Kemiskinan yang mengenang deklarasi Presiden AS Lyndon B. Johnson pada 1964, serta perayaan keterampilan modern seperti Hari Mengetik Sedunia yang menghormati evolusi komunikasi digital.

Baca Juga: Libur Panjang Januari–Maret 2026: Manfaatkan Hari Libur Efektif Tanpa Cuti

 

Hari Besar Setiap 8 Januari

 

Berikut ini informasi mengenai latar belakang setiap hari besar 8 Januari.

1. Hari Rotasi Bumi (Earth's Rotation Day)

Melansir laman History, peringatan ini memperingati demonstrasi publik pertama oleh fisikawan Prancis Léon Foucault pada 8 Januari 1851 di Pantheon, Paris, di mana ia menggunakan bandul Foucault untuk membuktikan secara empiris bahwa Bumi berotasi pada porosnya.

Sebelumnya, teori heliosentris Nicolaus Copernicus pada abad ke-16 telah mengusulkan bahwa Bumi berputar, tapi eksperimen Foucault memberikan bukti visual yang meyakinkan, karena bandul tampak berubah arah secara perlahan akibat rotasi Bumi, bukan karena gerakan bandul itu sendiri. Penemuan ini merevolusi pemahaman manusia tentang alam semesta dan menjadi dasar ilmu fisika modern.

Hari ini tidak hanya menghargai pencapaian ilmiah, tapi juga mengajak kita merenungkan dampak rotasi Bumi terhadap kehidupan sehari-hari, seperti terjadinya siang-malam yang berlangsung sekitar 24 jam, pergantian musim, serta fenomena seperti angin Coriolis yang memengaruhi cuaca dan arus laut.

Di era modern, peringatan ini sering dirayakan dengan kunjungan ke museum sains yang memiliki replika bandul Foucault, atau diskusi online tentang astronomi, untuk meningkatkan apresiasi terhadap ilmu pengetahuan dan fenomena alam yang mendasar.

Baca Juga: Mengenal Hari Besar Setiap 7 Januari: Ada 5 Peringatan Penting

2. Hari Mengetik Sedunia (World Typing Day)

Mengutip dari National Today, Hari ini pertama kali dirayakan pada 2011 di Malaysia, diprakarsai oleh Federasi Pengetikan Kompetitif Internasional (Intersteno) bersamaan dengan Malaysian Speed Typing Contest yang memecahkan rekor nasional untuk partisipasi terbanyak dan typist tercepat.

Peringatan ini bertujuan merayakan evolusi keterampilan mengetik sebagai bentuk komunikasi tertulis yang efisien, mulai dari mesin ketik mekanik yang dipatenkan Christopher Latham Sholes pada 1868, hingga keyboard digital dan layar sentuh saat ini.

Mengetik telah menjadi keterampilan esensial di era digital, mendukung produktivitas kerja, pendidikan, dan kreativitas seperti penulisan novel atau coding.

Perayaan sering melibatkan kompetisi kecepatan mengetik (words per minute/WPM) secara online atau offline, tes gratis di situs seperti TypingTest.com, serta workshop untuk meningkatkan teknik touch typing tanpa melihat keyboard.

Di tingkat global, hari ini mengingatkan betapa mengetik telah mengubah cara manusia berkomunikasi, dari surat bisnis hingga media sosial, dan mendorong generasi muda untuk mengasah skill ini guna menghadapi dunia kerja yang semakin digital.

Baca Juga: Berapa Hijriah Isra Miraj Tahun 2026? Cek Makna dan Sejarah Peristiwa 27 Rajab

3. Hari Perang Melawan Kemiskinan (War on Poverty Day)

Hari ini memperingati pidato State of the Union Presiden AS Lyndon B. Johnson pada 8 Januari 1964, di mana ia mendeklarasikan "perang tanpa syarat terhadap kemiskinan di Amerika" saat tingkat kemiskinan nasional mencapai sekitar 19%.

Pidato itu menjadi awal dari serangkaian undang-undang Great Society, termasuk Economic Opportunity Act yang menciptakan program seperti Head Start (pendidikan prasekolah), Job Corps (pelatihan kerja), Medicare/Medicaid (asuransi kesehatan), dan food stamps, yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, perumahan, dan peluang ekonomi bagi kelompok rentan.

Meski kontroversial, beberapa kritikus menyebut program ini menciptakan ketergantungan, data menunjukkan penurunan signifikan tingkat kemiskinan AS dari 19% pada 1964 menjadi sekitar 11-12% di era modern, dengan dampak global melalui inspirasi program anti-kemiskinan di berbagai negara.

Hari ini digunakan untuk merefleksikan kemajuan dan tantangan yang tersisa, seperti ketimpangan ekonomi pasca-pandemi, serta mendorong aksi sosial seperti donasi atau advokasi kebijakan untuk mengatasi kemiskinan struktural di seluruh dunia.

Baca Juga: Mata Uang Bolivar Venezuela: Dari Stabil hingga Menjadi Salah Satu Terlemah Sedunia

4. Hari Mandi Busa Nasional (National Bubble Bath Day)

Peringatan informal ini populer di Amerika Serikat sejak akhir 1990-an (beberapa sumber menyebut awal 1960-an), sebagai hari untuk mempromosikan relaksasi dan self-care melalui mandi busa yang mewah.

Ide ini muncul dari evolusi produk sabun modern, seperti Mr. Bubble yang diluncurkan pada 1960-an, yang membuat busa melimpah menjadi tren rumah tangga.

Mandi busa tidak hanya membersihkan tubuh, tapi juga membantu mengurangi stres, meredakan otot tegang, dan meningkatkan kualitas tidur berkat uap hangat serta aroma terapeutik seperti lavender.

Hari ini sering dirayakan dengan ritual sederhana: menyiapkan air hangat penuh busa, menambahkan minyak esensial, lilin aromaterapi, musik lembut, atau buku favorit untuk berendam lama.

Di media sosial, banyak yang berbagi tips resep bubble bath homemade atau promosi produk perawatan kulit, menekankan pentingnya waktu istirahat di tengah rutinitas sibuk, terutama di musim dingin ketika kulit cenderung kering.

Tonton: Sidang Nadiem Makarim Ungkap 12 Pejabat Kemendikbud yang Diperkaya Kasus Chromebook

Selanjutnya: Meroket Hampir 100% Sebulan, Apakah Saham BUMI Layak Beli atau Jual?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru