KONTAN.CO.ID - Simak sejarah Hari Penegakan Kedaulatan Negara setiap 1 Maret. Ini merupakan hari besar nasional yang baru diperingati setiap tahun di Indonesia dari tahun 2022.
Peringatan ini mengenang perjuangan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan negara yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.
HPKN ini diputuskan lewat Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Februari 2022, dengan Yogyakarta sebagai pengusul utama.
Baca Juga: Hari Besar 28 Februari Ada Apa? Ini 3 Peristiwa Global Ini Jarang Diketahui Publik
Hari ini menekankan peran kolektif seluruh komponen bangsa, termasuk TNI, polisi, lasykar, ulama, pelajar, dan masyarakat biasa, dalam melawan penjajah.
Hal ini di bawah kepemimpinan pendiri bangsa seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Jenderal Soedirman, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan Syafruddin Prawiranegara.
Lalu, seperti apa sejarah Hari Penegakan Kedaulatan Negara? Cek penjelasan selengkapnya.
Baca Juga: Hari Besar 27 Februari: Ada Hari Pokemon hingga Peringatan Nostalgia Sedunia
Sejarah Hari Penegakan Kedaulatan Negara
Melansir Dinas Kebudayaan DIY, peringatan ini berakar pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang menjadi bukti nyata keberadaan dan kemampuan bangsa Indonesia dalam melawan upaya rekolonisasi Belanda setelah Agresi Militer II.
Saat itu, para pemimpin Indonesia dieksekusi, tetapi perjuangan tidak berhenti. Bangka Belitung dan Sumatera Barat menjadi saksi sejarah sebagai lokasi Pemerintahan Darurat dan pengasingan pemimpin.
Peristiwa ini membuka mata dunia internasional atas ketangguhan Indonesia, sehingga mendorong dukungan global terhadap kedaulatan.
Yogyakarta, sebagai pengusul, bekerja sama dengan Bangka Belitung dan Sumatera Barat untuk mengajukan penetapan hari ini sebagai hari besar nasional, yang akhirnya disetujui pada 2022.
Baca Juga: Cek Peringatan Setiap 25 Februari: Simpan Sejarah dan Hari Besar Unik Dunia
Makna dan Signifikansi
Hari Penegakan Kedaulatan Negara bukan hanya peringatan sejarah, melainkan ajakan untuk terus menjaga persatuan bangsa dan memperkuat kedaulatan di berbagai bidang, politik, ekonomi, budaya, dan hukum.
Peringatan ini menyoroti aspek diplomasi yang sering terlupakan, seperti upaya pemimpin di pengasingan untuk mempertahankan kedaulatan melalui jalur internasional.
Di era sekarang, hari ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus mengkaji, mensosialisasikan, dan mengedukasi masyarakat tentang sejarah ini, termasuk menemukan fakta-fakta baru yang belum banyak diketahui.
Tonton: AS Tarik Semua Kapal Perang dari Bahrain, Sinyal Serangan ke Iran?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News