kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS1.007.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

​Legenda singkat Rawa Pening, tempat wisata populer di Kabupaten Semarang


Sabtu, 10 Oktober 2020 / 11:45 WIB
​Legenda singkat Rawa Pening, tempat wisata populer di Kabupaten Semarang

Reporter: Virdita Rizki Ratriani | Editor: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Rawa Pening merupakan salah objek wisata yang terkenal di Kabupaten Semarang. 

Danau Rawa Pening memiliki luas sekitar 2.670 hektar dan berada di empat kecamatan yakni Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. 

Ada beberapa objek wisata di Rawa Pening yang bisa dinikmati oleh wisatawan seperti Bukit Cinta. 

Salah satu hal yang membuat Rawa Pening terkenal adalah legenda Rawa Pening. Legendanya yang menarik kerap muncul di materi pelajaran siswa Sekolah Dasar. 

Baca Juga: Sido Muncul angkat wisata Rawa Pening lewat iklan

Legenda Rawa Pening singkat


Penambang gambut di Rawa Pening

Asal usul Rawa Pening menjadi pertanyaan oleh sebagian masyarakat. Dirangkum dari laman Belajar.kemendikbud.go.id dan informasi wisata Kab. Semarang, legenda Rawa Pening dimulai dari sebuah desa yang bernama Desa Ngasem, terletak di kaki gunung Telomoyo. 

Desa tersebut dipimpin oleh seorang kepada desa yang arif dan bijaksana bernama Ki Sela Gondang. Ki Sela Gondang memiliki seorang putri bernama Endang Sawitri yang cantik. 

Pada suatu hari, diperlukan sarana tolak bala berupa pusaka sakti sebagai salah satu syarat agar penyelenggaraan acara merti  desa bisa berjalan lancar tanpa ada halangan apapun. 

Endang Sawitri diutus untuk meminjam pusaka sakti milik Ki Hajar Salokantara, sahabat Ki Sela Gondang. Namun, Ki Hajar Salokantara memberikan pesan kepada Endang Sawitri untuk jangan meletakkan pusaka di atas pangkuannya. 

Baca Juga: Pemerintah prioritaskan perbaikan 15 danau



TERBARU

[X]
×