​Mengenal barongsai, atraksi khas saat Tahun Baru Imlek

Jumat, 12 Februari 2021 | 12:15 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Mengenal barongsai, atraksi khas saat Tahun Baru Imlek

ILUSTRASI. Atraksi Barongsai saat Tahun Baru Imlek di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (15/1).

KONTAN.CO.ID - Atraksi barongsai yang sudah ratusan tahun dikenal di Indonesia. Namun, dilarang semasa 32 tahun pada pemerintahan Orde Baru melalui Inpres No. 14 Tahun 1967. 

Pencabutan Inpres No. 14 Tahun 1967 dengan Keppres No. 6 Tahun 2000 yang ditandatangani Presiden Abdurrachman Wahid memberikan energi pada warga Tionghoa untuk menampilkan jati dirinya secara terbuka, baik dalam atraksi barongsai maupun liong (naga).

Dikutip dari Harian Kompas (31/7/1999), Chen Kung Wu, pengamat sejarah China yang tinggal di Jakarta, permainan barongsai sudah dikenal di China daratan pada masa zaman peperangan antara tujuh negara, yang akhirnya dipersatukan oleh Dinasti Chin sekitar tahun 300-200 SM. 

Pada waktu itu barongsai hanya dimainkan di lingkungan istana untuk upacara-upacara yang bersifat sakral saja.

Baca Juga: Sejarah Imlek di Indonesia: Dilarang Soeharto, dijadikan hari libur oleh Megawati

Atraksi Barongsai

Di Jakarta, permainan barongsai sudah ada sejak zaman Belanda. Biasanya, permainan tersebut muncul dari perguruan silat (kung fu), sehingga para pemainnya juga mempunyai dasar-dasar kung fu.

Barongsai tampil di muka umum pada perayaan tahun baru Imlek yang menandai dimulainya musim semi, sampai pada perayaan cap go meh atau 15 hari sesudah tahun baru Imlek yang jatuh pada saat bulan purnama, setiap tahun.

Biasanya, kehadiran barongsai juga ikut dimanfaatkan oleh mereka yang mau memulai usaha, seperti pembukaan toko atau juga pada upacara-upacara tertentu: perkawinan atau pembukaan rumah makan. 

Baca Juga: ​Kenapa Imlek identik dengan warna merah? Ini penjelasannya

Sebab, barongsai berkaitan dengan kepercayaan yang kira-kira berbunyi, bahwa dalam sehari segalanya dimulai pada pagi hari dan dalam setahun segalanya dimulai pada musim semi.

Bagi mereka yang percaya, awal dari suatu kehidupan yang membawa keberuntungan atau hoki dimulai pada saat tahun baru Imlek atau sin cia (pesta musim semi). 

Kepercayaan itu diterjemahkan, karier seseorang harus dimulai sejak sedini mungkin, yakni pada masa muda agar pada hari tuanya tidak telantar.

Kepercayaan akan tarian barongsai yang bisa membawa hoki itu universal karena dirayakan tidak hanya di daratan China, tetapi juga oleh hampir semua overseas chinese (hoa kiao) yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Baca Juga: ​Imlek 2021, inilah arti Shio Kerbau dan daftar lengkap 12 shio Tahun Baru China

Naga dalam mitologi China

Barongsai yang dimainkan oleh dua orang, kepala dan ekor, juga melambangkan kesucian, karena dalam mitologi China singa termasuk binatang suci.

Tahun baru Imlek juga dimeriahkan oleh permainan liong (naga), yaitu binatang legenda seperti ular raksasa yang bisa terbang di angkasa. 

Menurut kepercayaan, naga adalah lambang keagungan, karena itu jubah raja-raja selalu bergambar naga. Bahkan sampai-sampai tempat tidur raja juga disebut ranjang naga.

Selain naga, permainan barongsai juga sering dimeriahkan oleh tarian kilin yang juga dimainkan oleh dua orang (kepala dan ekor) seperti barongsai. 

Namun, berbeda dengan barongsai yang memang adalah penjelmaan singa, kilin yang kepalanya mirip menjangan, ekor mirip ekor sapi serta kepala bertanduk satu, hanyalah terdapat dalam mitologi China.

Selain perpaduan seni dan olahraga, permainan barongsai juga bisa membina semangat kerja sama dan disiplin. 

Selanjutnya: Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, inilah makna ucapan Gong Xi Fa Cai

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru