Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, dan Ciri-Cirinya

Kamis, 10 November 2022 | 14:32 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, dan Ciri-Cirinya

ILUSTRASI. Sistem Ekonomi: Pengertian, Jenis, dan Ciri-Cirinya.


KONTAN.CO.ID -  Dalam setiap rumah tangga hingga pemerintahan negara memiliki sistem ekonominya masing-masing. 

Artinya negara satu dengan yang lainnya bisa memiliki sistem perekonomian yang berbeda atau bisa sama. 

Bersumber dari Modul Ekonomi Kelas X Kemendikbud Ristek, sistem ekonomi adalah suatu cara yang diambil dalam rangka mengatur sekaligus mengorganisir seluruh kegiatan ekonomi berdasarkan prinsip tertentu dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan. 

Sedangkan aktivitas ekonomi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. 

Baca Juga: Mengenal Aljabar dari Bentuk, Unsur dan Operasi Hitungnya

Sistem ekonomi memiliki fungsi dalam perekonomian, yakni: 

  • Menjadi perangsang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan produksi.
  • Menyediakan metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu dalam perekonomian.
  • Menyediakan mekanisme tertentu agar hasil produksi dapat dibagi secara merata.

Jenis-jenis sistem ekonomi

Adanya keragaman sistem ekonomi di dunia disebabkan oleh beberapa faktor. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan sistem ekonomi, bersumber dari Modul Ekonomi Paket C Kemendikbud Ristek, diantaranya:

  • Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
  • Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara.
  • Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi.
  • Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki

Terdapat 4 jenis sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi liberal, dan sistem ekonomi campuran. 

1. Sistem ekonomi tradisional

Sistem ini menitikberatkan pada kebiasaan dan adat-istiadat dalam menjalankan perekonomiannya. 

Pada sistem ekonomi tradisional, sumber daya alam sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam jangka pendek. 

Masyarakat yang menganut sistem ini adalah masyarakat yang belum menerapkan pembagian kerja, menggunakan sistem barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi serta hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat golongannya. 

Ciri-ciri dari sistem ini diantaranya: 

  • Belum ada pembagian kerja/spesialisasi dalam kegiatan ekonomi
  • Menerapkan sistem barter dalam kegiatan perdagangan
  • Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan
  • Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan
  • Bertumpu pada sektor agraris
  • Kegiatan ekonomi terikat pada adat istiadat
  • Alat/teknologi produksi bersifat sederhana
  • Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
  • Kekayaan alam terutama tanah dan hutan menjadi sumber penghidupan utama

Baca Juga: Banyak Posisi Buat Fresh Graduate, Cek Lowongan Kerja di Bank BCA Ini

2. Sistem ekonomi terpusat

Sistem ekonomi terpusat atau komandi, adalah sistem dimana seluruh kebijaksanaan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan

Ciri-ciri sistem ekonomi ini yakni:

  • Sumber daya ekonomi dikuasai dan dimiliki negara sehingga hak milik pribadi hampir tidak ada (tidak diakui)
  • Tingkat harga dan tingkat bunga ditentukan pemerintah.
  • Kebebasan dalam berekonomi bagi masyarakat sangat terbatas.
  • Regulasi ekonomi diatur dan ditetatapkan pemerintah.
  • Jenis pekerjaan dan pembagian kerja ditetapkan dan diatur pemerintah.
  • Inisiatif dan hak milik perorangan dibatasi

3. Sistem ekonomi liberal

Sistem ekonomi ini merupakan suatu sistem dimana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. 

Sistem ekonomi liberal atau pasar ini berdasarkan teori dari Adam Smith dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations, yang diterbitkannya pada tahun
1776. Ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal yaitu:

  • Sumber daya ekonomi dimiliki dan diatur swasta secara bebas.
  • Adanya pembagian kelas (status) dalam masyarakat yaitu kelas pekerja/buruh dan pemilik modal.
  • Adanya persaingan usaha yang ketat dalam kegiatan ekonomi.
  • Pemerintah tidak melakukan intervensi (campur tangan) dalam pasar.
  • Pemilik modal berhak memiliki sumber-sumber produksi.

Baca Juga: Daftar PPPK Guru 2022? Cek Perincian Gaji yang Akan Anda Dapat

4. Sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi ini merupakan gabungan dari sistem ekonomi terpusat dan liberal. Sistem ekonomi campuran menitikberatkan interaksi antara pemerintah dan swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi. 

Baik pemerintah maupun pihak swasta memiliki peran yang seimbang dalam sistem ini. 

Hal ini diterapkan untuk mencegah adanya penguasaan sumber daya ekonomi atas sumber daya vital oleh kelompok tertentu.

Ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran diantaranya yakni:

  • Tatanan ekonomi merupakan perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan terpusat.
  • Barang modal dan sumber daya vital dikuasai pemerintah.
  • Adanya peran berimbang antara pemerintah dan swasta dalam perekonomian.
  • Campur tangan pemerintah dilakukan dengan kebijakan ekonomi sehingga terjadi persaingan yang sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru