​Apa Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi? Ini Contohnya

Senin, 17 Januari 2022 | 16:14 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Apa Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi? Ini Contohnya

ILUSTRASI. Perbedaan asimilasi dan akulturasi. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho.


KONTAN.CO.ID - Perbedaan asimilasi dan akulturasi masih membuat banyak orang bingung. 

Pengertian asimilasi adalah proses pembauran dua kebudayaan yang melahirkan budaya baru. Dikutip dari laman resmi Universitas Negeri Yogyakarta, istilah asimilasi berasal dari kata Latin, assimilare yang berarti “menjadi sama”.

Kata tersebut dalam bahasa Inggris adalah assimilation. Sedangkan dalam bahasa Indonesia menjadi asimilasi. Dalam bahasa Indonesia, sinonim kata asimilasi adalah pembauran.

Baca Juga: Pengertian Asimilasi, Contoh dan Faktor Penghambatnya

Sementara akulturasi adalah terjadinya suatu perubahan pola kebudayaan asli, tetapi tidak menyebabkan hilang unsur kedua kebudayaan tersebut, biasanya karena adanya interaksi dari dua bahkan lebih budaya di dalamnya. 

Dikutip dari buku Ruang Rias: Menguak Budaya dan Estetika Keputren Puro Mangkunegaran Surakarta, biasanya pencampuran budaya atau akulturasi ini melalui suatu tahapan proses dan metode yang memakan waktu yang cukup lama dan matang. 

Sehingga, perbedaan asimilasi dan akulturasi adalah asimilasi merupakan peleburan dua kebudayaan atau lebih sehingga menghasilkan kebudayaan baru. Sedangkan akulturasi adalah percampuran kebudayaan tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

Baca Juga: Mari Menjadi Netizen yang Cerdas dan Beretika

Contoh asimilasi

Contoh asimilasi: A adalah orang Indonesia yang menyukai tarian Bali. Ia berteman baik dengan B yang merupakan orang Amrerika Latin dan bisa tarian tradisionalnya Amerika Latin (Tango). 

Karena keduanya terus menerus berinteraksi maka terjadilah percampuran budaya yang menghasilkan budaya baru yang merupakan hasil penyatuan tarian Bali dan Tango, tetapi tarian baru tersebut tidak mirip sama sekali dengan tarian Bali atau Tango.

Baca Juga: Kementerian PPPA terbitkan protokol perlindungan anak terkait Covid-19

 

5 Contoh akulturasi

Dirangkum dari laman Universitas Negeri Yogyakarta, 5 contoh akulturasi yang sering digunakan antara lain:

1. Masjid Menara Kudus

Contoh akulturasi antara Islam dengan Hindu adalah Masjid Menara Kudus. Masjid Menara Kudus fungsinya sebagai masjid sementara ciri fisiknya menyerupai bangunan pura pada agama Hindu.  

2. Wayang

Wayang juga merupakan contoh akulturasi kebudayaan Jawa dengan India. Termasuk dalam kebudayaan Jawa adalah tokoh wayang yakni Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. 

Sementara kebudayaan India adalah ceritanya diambil dari kitab Ramayana dan Mahabharata. 

Baca Juga: Asimiliasi 30.000 narapidana, Yasonna Laoly digugat 3 LSM

3. Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah contoh akulturasi antara agama Budha dengan masyarakat daerah Magelang. Candi digunakan untuk ibadah umat Budha sementara relief pada dinding candi menggambarkan kehidupan yang terjadi di daerah Magelang dan sekitarnya. 

4. Seni kaligrafi

Seni kaligrafi adalah contoh akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan Indonesia. Kaligrafi mengambil tulisan Arab, sementara bentuknya bervariasi disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia. 

5. Kesenian Gambang Kromong

Kesenian Gambang Kromong juga merupakan contoh akulturasi. Kesenian Gambang Kromong merupakan pencampuran budaya Indonesia dengan budaya Tiongkok dalam sebuah pertunjukan musik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani

Terbaru